Indonesia punya banyak banget tempat wisata yang nggak akan pernah habis di-explore. Dari sabang sampai merauke, nggak ada wilayah yang bisa dibilang berpotensi rendah untuk jadi tourist destination. Semua wilayahnya berpotensi tinggi untuk dijadikan tempat tujuan wisata. Di tahun 2010 yang telah lewat, banyak tempat di Indonesia yang melakukan promo, seperti Medan,Lombok dan Pulau Komodo. "Sebenarnya tidak ada perbedaan yang mencolok dari ketiga jenis kebudayaan tersebut, termasuk bentuk rumahnya. Semua rumah Sunda, besar dibuat dari bahan bambu dan kayu, berbentuk rumah panggung dengan ketinggian 80 sentimeter di atas tanah, memiliki teras depan, dan biasanya juga dilengkapi dengan kolam yang berisi ikan nila, mas, atau gurame,"
Sesuai dengan namanya, yaitu kampung, maka resort Kampung Sampireun yang mulai beroperasi sejak Januari 1999 bermaksud menampilkan nuansa kampung, tepatnya kampung Sunda Parahyangan. Jembar Nugraha, perancang Kampung Sampireun mengatakan, selama ini ada tiga jenis kebudayaan Sunda yang dikenal masyarakat, yaitu Sunda Baduy yang hidup di daerah Banten, Sunda Parahyangan yang ada di kawasan Bandung ke arah timur seperti daerah Garut, Tasikmalaya, dan Ciamis, serta kebudayaan Sunda Pesisir yang hidup di daerah pantai utara Jawa seperti Cirebon, Indramayu, dan Karawang.Kalaupun ada perbedaan dari bangunan ketiga jenis kebudayaan Sunda di atas, itu amat kecil dan tidak prinsip. "Misalnya untuk bahan baku atap. Rumah Sunda Parahyangan biasanya menggunakan atap dari ijuk atau ilalang.Sedangkan rumah Sunda Pesisir beratap kiray,". Tentang penggunaan kiray pada bangunan di Kampung Sampireun, padahal kampung itu berkonsep Sunda "Jika menggunakan ijuk atau ilalang, maka atap akan berwarna abu-abu atau hitam hingga terkesan berat dan secara komersial itu kurang menguntungkan,"
Nuansa Sunda Parahyangan juga coba ditampilkan Kampung Sampireun lewat penggunaan obor untuk menerangi area kampung yang luas totalnya sekitar empat hektar. Sebab, bagi masyarakat Sunda, selain sebagai alat penerangan, obor juga memiliki makna magis. Hampir setiap upacara adat masyarakat Sunda, pasti mengunakan obor. "Minimnya peralatan elektronik sebenarnya juga dimaksudkan untuk menonjolkan kesan kampung. Sebab, dalam kampung Sunda Parahyangan tradisonal yang sebenarnya, tidak akan dijumpai berbagai peralatan elektronik seperti AC atau televisi,".(lusiana)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar